Hubungan Ibu, Anak, dan Keluarga dengan Stunting Balita Usia 24-59 Bulan

  • Nindy Irsila Dwi Valentine Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember
  • Irma Prasetyowati Universitas Jember
  • Adistha Eka Noveyani Universitas Jember
Keywords: Anak, Ibu, Keluarga, Stunting

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah gizi yang banyak terjadi pada balita. Karakteristik ibu perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap proses pertumbuhan janin. Karakteristik anak juga merupakan faktor risiko stunting, juga karakteristik keluarga karena penyebab dasar stunting juga terletak pada level keluarga. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara karakteristik ibu, anak, dan keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Metode: Penelitian analitik yang menggunakan rancangan studi observasional dengan desain penelitian case control. Besar sampel 40 sampel kasus dan 40 sampel kontrol menggunakan teknik simple random sampling. Hasil: Terdapat hubungan antara usia ibu saat hamil, pendidikan ibu, berat badan dan panjang badan lahir anak, status pemberian ASI eksklusif, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan keluarga dengan stunting. Tidak terdapat hubungan antara jarak kehamilan dan pekerjaan ibu dengan kejadian stunting. Saran: evaluasi setelah edukasi, melakukan pemantauan dan tindak lanjut terkait pemenuhan nutrisi ibu hamil, menghilangkan kebiasaan atau budaya terkait pencampuran makanan halus untuk anak sebelum 6 bulan, aktif melakukan konseling gizi terkait cara pemenuhan gizi anak dengan menggunakan bahan makanan bergizi yang murah dan sederhana serta konseling terkait pengelolaan dan pendistribusian makanan bergizi yang baik di dalam keluarga yang tergolong keluarga besar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abd.Wahid, Hannan, M., Dewi, S. R. S., & Hidayah, R. H. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Journal of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan), 5(2), 92–102.
Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2012). Pengantar Gizi Masyarakat. Kencana.
Agustin, L., & Rahmawati, D. (2021). Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 4(1), 30–34.
Andini, V., Maryanto, S., & Mulyasari, I. (2020). Hubungan Panjang Badan Lahir, Berat Badan Lahir, dan Pemberian ASI Eksklusfi Terhadap Kejadian Stunting pada Baduta Usia 7-24 Bulan di Desa Wonorejo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(27), 50–58. https://jurnalgizi.unw.ac.id/index.php/JGK/article/view/60
Azriful, Bujawati, E., Habibi, Aeni, S., & Yusdarif. (2018). Determinan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Al Sihah: Public Helath Science Journal, 10(2), 192–203.
Basuki, P. P., & Uminingsih, T. (2019). Kontribusi Karakteristik Ibu Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-36 Bulan di Sleman Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2).
BKKBN. (2021). Buku pintar stunting. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
BPS. (2020). Kuesioner Susenas KOR Tahun 2019. Publikasi Profil Migran Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Tahun 2020. https://sirusa.bps.go.id/sirusa/index.php/kuesioner/2586
Budiana, T. A., & Supriadi, D. (2021). Hubungan Banyaknya Anggota Keluarga, Pendidikan Orang Tua, dan Kepesertaan Jaminan Kesehatan Anak dengan Kejadian Berat Badan Kurang pada Balita 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Cimahi Selatan Tahun 2019. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada, 12(1), 38–50.
Candra, A. (2020). Epidemiologi Stunting. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
Cunningham, F. G. (2012). Obstetri Williams (Cetakan 23). EGC.
Dasril, O., & Annita. (2019). Karakteristik Keluarga Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Jurnal Sehat Mandiri, 14(2), 48–56.
Djogo, H. M. A., Betan, Y., & Dion, Y. (2021). Hubungan Pekerjaan Ibu dan Praktik ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Kesehatan STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, 8(2), 89–87.
Erda, R., Alisyah, N. K., Suntara, D. A., & Yunaspi, D. (2022). Hubungan Pola Asuh Ibu, Pendidikan Ibu, dan ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(2), 310–316.
Ernawati, R. (2021). Hubungan Jarak Kehamilan dan Kehamilan Remaja dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Harapan Baru Samarinda. Journal of Midwifery and Reproduction, 4(2), 56–63.
Hanifa, F., & Mon, N. I. (2021). Hubungan Sanitasi Lingkungan, Berat Lahir, dan PanjangSutrio dan M. Lupiana. 2019. Berat badan dan panjang badan lahir meningkatkan kejadian stunting. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai. 12(1):21–29. Lahir dengan Stunting pada Anak Usia 25-72 Bulan. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 11(3).
Hidayati, N. (2021). Berat Badan dan Panjang Badan Lahir Meningkatkan Kejadian Stunting. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(01), 8–17.
Illahi, R. K. (2017). Hubungan Pendapatan Keluarga, Berat Lahir, dan Panjang Lahir dengan Kejadian Stunting Balita 24-59 Bulan di Bangkalan. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS Dr. Soetomo, 3(1), 1–14.
Jayanti, R., & Ernawati, R. (2021). Faktor Jarak Kehamilan yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Harapan Baru Samarinda Seberang. Borneo Student Research, 2(3), 1705–1710.
Kemenkes RI. (2018). Buletin Stunting. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2020). Situasi Stunting di Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2021). Buku Saku Merencanakan Kehamilan Sehat. Kementerian Kesehatan RI.
Kiik, S. M., & Nuwa, M. S. (2020). Stunting dengan Pendekatan Framework WHO. CV. Gerbang Medika Aksara.
Kusumawati, D. D., Budiarti, T., & Susilawati. (2021). Identifikasi Karakteristik Balita Stunting di UPTD Puskesmas Cilacap Tengah II Tahun 2020. Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga, 5(2), 25–31.
Latifah, A. M., Purwanti, L. E., & Sukamto, F. I. (2020). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita 1-5 Tahun. Health Sciences Journal, 4(1), 131–142.
Lemaking, V. B., Manimalia, M., & Djogo, H. M. A. (2022). Hubungan Pekerjaan Ayah, Pendidikan Ibu, Pola Asuh, dan Jumlah Anggota Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 5(2), 123–132.
Mentari, S., & Hermansyah, A. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Stunting Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja UPK Puskesmas Siantan Hulu. Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 1(1), 1–5.
Najah, S., & Darmawi. (2022). Hubungan Faktor Ibu dengan Kejadian Stunting di Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Biology Education, 10(1), 45–55.
Ningtyias, F. W., Sulistiyani, Ratnawati, L. Y., & Rohmawati, N. (2020). Gizi dalam Daur Kehidupan. UNEJ Press.
Nisrawati, H., S. H. A., Demmalewa, J. Q., Abdurrakhman, & Abadi, E. (2022). Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir Desa Sorue Jaya Kecamatan Soropia Kabupaten Konawr. Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes, 3(2), 70–80.
Paramashanti, B. A. (2019). Gizi Bagi Ibu dan Anak. Pustaka Baru Press.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012. (n.d.). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif.
Proverawati, A., & Ismawati, C. (2010). Berat Badan Lahir Rendah. Nuha Medika.
Pusmaika, R., Novfrida, Y., Simatupang, E. J., Djami, M. E. ., & Sumiyati, I. (2022). Hubungan Usia Ibu saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Tangerang. Indonesian Health Issue Journal, 1(1), 49–56.
Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Study Guide- Stunting dan Upaya Pencegahannya. CV. Mine.
Rufaida, F. D., Raharjo, A. M., & Handoko, A. (2020). Hubungan Faktor Keluarga dan Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Tiga Desa Wilayah Kerja Puskesmas Sumberbaru Jember. Journal of Agromedicine and Medical Sciences, 6(1), 1–6.
Sani, M., Solehati, T., & Hendrawati, S. (2019). Hubungan Usia Ibu Saat Hamil dengan Stunted pada Balita 24-59 Bulan. Holistik Jurnal Kesehatan, 13(4), 284–291.
Sarman, & Darmin. (2021). Epidemiologi Stunting (H. Akbar (ed.)). Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Savita, R., & Amelia, F. (2020). Hubungan Pekerjaan Ibu, Jenis Kelamin, dan Pemberian Asi Eklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 6-59 Bulan di Bangka Selatan. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang, 8(1), 1–8.
Siswosudarmo, R. (2008). Obstetri Fisiologi. Pustaka Cendekia.
Stephenson, T., & Schiff, W. (2019). Human Nutrition Science for Healthy Living (Second (2n). McGraw-Hill.\
Sukmawati, Hendrayati, Chaerunnimah, & Nurhumaira. (2018). Status Gizi Ibu Saat Hamil, Berat Badan Lahir Bayi dengan Stunting pada Balita. Jurnal Media Gizi Pangan, 25(1), 18–24.
Sumardilah, D. S., & Rahmadi, A. (2019). Risiko Stunting Anak Baduta (7-24 Bulan). Jurnal Kesehatan, 10(1), 93–104.
Supariasa, I. D. N., Bakri, B., & Fajar, I. (2014). Penilaian Status Gizi. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Suryani, L. (2021). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Limapuluh Kota Pekan Baru. Jurnal Midwifery Updat (MU), 3(2), 126–131.
Sutrio, & Lupiana, M. (2019). Berat Badan dan Panjang Badan Lahir Meningkatkan Kejadian Stunting. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, 12(1), 21–29.
Tongkonoo, I., Baderan, D. W. K., & Solang, M. (2021). Hubungan Faktor Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan dengan Kejadian Balita Stunting. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 3(2), 256–276.
Trihono, Atmarita, Tjandrarini, D. H., Irawati, A., Utami, N. H., Tejayanti, T., & Nurlinawati, I. (2015). Pendek (Stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Trisyani, K., Fara, Y. D., Mayasari, A. T., & Abdullah. (2020). Hubungan Faktor Ibu dengan Kejadian Stunting. Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH), 1(3), 189–197.
Umiyah, A., & Hamidiyah, A. (2021). Karakteristik Anak dengan Kejadian Stunting. Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, 8(1), 66–72.
Wahyudi, Kuswati, A., & Sumedi, T. (2022). Hubungan Pendapatan Keluarga, Jumlah Anggota Keluarga Terhadap Stunting Pada Balita Umur 24-59 Bulan: A Literatur Review. Jurnal of Bionursing, 4(1), 63–69.
Wanimbo, E., & Wartiningsih, M. (2020). Hubungan Karakteristik Ibu dengan Kejadian Stunting Baduta (7-24 Bulan). Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS Dr. Soetomo, 6(1), 83–93.
Wardani, D. K. (2022). Pengaruh Faktor Maternal Ibu terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sopaah Kabupaten Pamekasan. Jurnal Media Gizi Kesmas, 11(2), 386–393.
Wati, R. W. (2021). Hubungan Riwayat BBLR, Asupan Protein, Kalsium, dan Seng dengan Kejadian Stunting pada Balita. Nutrition Research and Development Journal, 01(02), 1–12.
WHO. (2012). Adolescent Pregnancy. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-pregnancy
WHO. (2014). Global Nutrition Targets 2025: Breastfeeding Policy Brief.
Published
2023-12-21
How to Cite
Valentine, N. I. D., Prasetyowati, I., & Noveyani, A. E. (2023). Hubungan Ibu, Anak, dan Keluarga dengan Stunting Balita Usia 24-59 Bulan. PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL, 5(2), 389-405. https://doi.org/10.54832/phj.v5i2.501
Section
Articles
Source